Saturday, December 31, 2011

Lirik Lagu Gya - Semoga Kau Mengerti

sekian lama bersamamu
kau selalu menyenangkan
kuberikan perhatian
dalam setiap kesempatan
kurasakan ada sesuatu
yang kubaca dari setiap tatap matamu

jangan kau pernah menduga
aku mengharapkan kau jadi milikku
itu tak mungkin terjadi
sungguh aku tak menginginkan
yang kuinginkan kau jadi sahabatku
semoga kau mengerti

perhatian yang kau beri
tak kan pernah kulupakan
tapi jangan kau artikan
kuinginkan sesuatu yang lebih
kurasakan ada sesuatu
yang kubaca dari setiap tatapan matamu

jangan engkau pernah menduga
aku mengharapkan kau jadi milkku
itu tak mungkin terjadi
sungguh aku tak menginginkan
yang kuinginkan kau jadi sahabatku
semoga kau mengerti

jangan engkau pernah menduga
aku mengharapkan kau jadi milikku
itu tak mungkin terjadi
sungguh aku tak menginginkan
yang ku inginkan kau jadi sahabatku
semoga kau mengerti

menduga….
itu tak mungkin terjadi..
sungguh aku tak menginginkan
yang kuinginkan engkau jadi sahabatku
semoga kau mengerti

Thursday, December 29, 2011

Macam-macam Pusat Listrik


  • Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)
Pembangkit listrik jenis ini memanfaatkan bahan bakar minyak, gas alam, atau batubara untuk membangkitkan panas dan uap pada BOILER. Uap ini kemudian dipergunakan untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan sebuah generator sinkron. Uap yang telah melalui turbin kemudian menjadi uap bertekanan dan bersuhu rendah. Uap ini kemudian dilewatkan melalui kondenser yang menyerap panas uap tersebut sehingga uap tersebut berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler
  • Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG)
Sebagaimana halnya Pusat Listrik Tenaga Diesel, PLTG merupakan mesin dengan proses pembakaran dalam (internal combustion). Bahan baker berupa minyak atau gas alam dibakar di dalam ruang pembakar (combustor). Udara yang memasuki kompresor setelah mengalami tekanan bersama-sama dengan bahan baker disemprotkan ke ruang pembakar untuk melakukan proses pembakaran. Gas panas sebagai hasil pembakaran ini kemudian bekerja sebagai fluida yang memutar roda turbin yang terkopel dengan generator sinkron.
  • Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
Pada reactor air tekan (pressurized water reactor) terdapat dua rangkaian yang seolah-olah terpisah. Pada rangkaian pertama bahan baker uranium-235 yang diperkaya dan tersusun dalam pipa-pipa berkelompok, disundut untuk menghasilkan panas dalam reactor. Karena air dalam bejana penuh, maka tidak terjadi pembentukan uap, melainkan air menjadi panas dan bertekanan. Air panas yang bertekanan tersebut kemudian mengalir ke rangkaian kedua melalui suatu generator uap yang terbuat dari baja. Generator uap ini kemudian menghasilkan uap yang memutar turbin dan proses selanjutnya mengikuti siklus tertutup sebagaimana berlangsung pada turbin uap PLTU.
  • Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)
Penggunaan tenaga air mungkin merupakan bentuk konversi energi tertua yang pernah dikenal manusia. Perbedaan vertical antara batas atas dengan batas bawah bendungan di mana terletak turbin air, dikenal sebagai tinggi terjun. Tinggi terjun ini mengakibatkan air yang mengalir akan memperoleh energi kinetic yang kemudian mendesak sudu-sudu turbin. Bergantung kepada tinggi terjun dan debit air, dikenal tiga macam turbin yaitu: Pelton, Francis dan Kaplan.

Bagian-Bagian Transformator


 Dii bawah berikut Bagian-bagian dari trafo :

#  Inti besi. Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh “Eddy Current”.
# Kumparan trafo. Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan. Kumparan tersebut diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan isolasi padat seperti karton, pertinax dan lain-lain. Umumnya pada trafo terdapat kumparan primer dan sekunder. Bila kumparan primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi yang menginduksikan tegangan, bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka akan mengalir arus pada kumparan ini. Jadi kumparan sebagai alat transformasi tegangan dan arus.
# Kumparan tertier. Kumparan tertier diperlukan untuk memperoleh tegangan tertier atau untuk kebutuhan lain. Untuk kedua keperluan tersebut, kumparan tertier selalu dihubungkan delta. Kumparan tertier sering dipergunakan juga untuk penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone, kapasitor shunt dan reactor shunt, namun demikian tidak semua trafo daya mempunyai kumparan tertier.
# Minyak trafo. Sebagian besar trafo tenaga kumparan-kumparan dan intinya direndam dalam minyak-trafo, terutama trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar, karena minyak trafo mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan bersifat pula sebagai isolasi (daya tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. Untuk itu minyak trafo harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
·      kekuatan isolasi tinggi 
·      penyalur panas yang baikberat jenis yang kecil, sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap dengan cepat 
·      viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan kemampuan pendinginan menjadi lebih baik 
·      titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yang dapat membahayakan  
·      tidak merusak bahan isolasi padat 
     ·      sifat kimia yang stabil. 
# Bushing. Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui sebuah busing yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut denga tangki trafo. 
# Tangki dan Konservator. Pada umumnya bagian-bagian dari trafo yang terendam minyak trafo berada (ditempatkan) dalam tangki. Untuk menampung pemuaian minyak trafo, tangki dilengkapi dengan konservator.

Klasifikasi Transformator
Transformator dapat diklasifikasikan berdasarkan cara pengubahan tegangannya, berdasarkan frekuensi, dan dalam bidang tenaga listrik.
Transformator berdasarkan frekuensi dibagi menjadi:
a.         Frekuensi daya, 50-60 c/s.
b.         Frekuensi pendengaran, 50 c/s-20 Kc/s.
c.         Frekuensi radio, di atas 30 Kc/s.
Transformator berdasarkan cara pengubahan tegangannya dibagi menjadi:
a.         Transformator step-up / Transformator penaik
Transformator step-up menerima energi pada tegangan rendah kemudian mengubahnya ke tegangan yang lebih tinggi.
b.         Transformator step-down / Transformator penurun
Transformator step-down menerima energi pada tegangan tinggi kemudian mengubahnya ke tegangan yang lebih rendah.
- Transformator dalam bidang tenaga listrik dibagi menjadi:
a.         Transformator daya.
b.         Transformator distribusi.
c.         Transformator pengukuran
       yaitu terdiri dari trafo arus dan trafo tegangan.

Transformator


Transformator memberikan cara yang sederhana untuk mengubah tegangan bolak-balik dari satu harga ke harga lainnya. Jika transformator menerima energi pada tegangan rendah dan mengubahnya menjadi tegangan yang lebih tinggi, ia disebut transformator penaik (step-up). Jika transformator diberi energi pada tegangan tertentu dan mengubahnya menjadi tegangan yang lebih rendah, ia disebut transformator penurun (step-down). Setiap transformator dapat dioperasikan baik sebagai transformator penaik maupun penurun ; tetapi transformator yang memang dirancang untuk suatu tegangan, harus digunakan untuk tegangan tersebut.
Untuk mentransmisikan sejumlah energi tertentu, diperlukan arus yang lebih kecil pada tegangan tinggi dibandingkan pada tegangan rendah. Hal ini berarti bahwa energi dapat ditransmisikan dengan I2R atau kerugian saluran yang lebih kecil bila digunakan tegangan transmisi yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan tegangan transmisi tinggi, misalnya 345.000 atau 765.000 V, digunakan transformator penaik pada stasiun pembangkit, karena tidak mungkin membangkitkan tegangan setinggi ini. Maka pada tempat dimana energi akan digunakan, transformator penurun digunakan untuk menurunkan tegangan transmisi tinggi hingga menjadi harga tegangan yang aman dan dapat digunakan. Dengan demikian maka dengan transformator memungkinkan pengiriman energi listrik jarak jauh secara ekonomis.
Karena transformator tidak mempunyai bagian yang bergerak, maka ia hanya memerlukan sedikit perhatian dan biaya pemeliharaannya rendah. Efisiensi transformator cukup tinggi dan dapat mencapai 98 atau 99 % pada beban – penuh dalam ukuran yang lebih besar. Transformator digunakan untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik. Prinsip kerjanya bedasarkan pemindahan daya/energi listrik dari kumparan primer ke kumparan sekunder dengan cara induksi.


Trafo umum :
V2 / N2 = V1 / N1

Trafo:
• Step up : V2> V1
• Step down : V1 > V2

Transforrnator ideal :
Pin = Pout atau V1I1= V2I2
V1 / V2 = I2/I1

Transfomator tak ideal :
Pin ¹ Pout ; Pout = h Pin
h= Pout/Pin x 100%
Di mana h= efisiensi transformator

Transformator atau sering disebut transformator merupakan komponen listrik yang mengubah serta memindahkan energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik lainnya melalui suatu gandengan magnet berdasarkan prinsip induksi-elektromagnetik.
Dalam bidang elektronika, transformator digunakan antara lain sebagai gandengan impedansi antara sumber dan beban; untuk memisahkan satu rangkaian dari rangakaian yang lain; untuk menghambat arus searah sambil tetap melakukan arus bolak-balik antara rangkaian.

Generator


Mesin dc dapat digunakan baik untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik maupun untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Jika mesin dc digerakkan secara mekamis oleh penggerak mula misalnya turbin uap, turbin hidrolik, atau mesin diesel dan menghasilkan energi listrik untuk lampu listrik atau mesin-mesin, ia disebut generator. Jika energi listrik diberikan pada mesin dan keluarannya dugunakan untuk menggerakkan alat mekanis seperti ban berjalan atau mesin perkakas, ia disebut motor. Generator dinilai dalam kilowatt yang dapat dihasilkannya tanpa terjadi pemanasan lebih pada tegangan dan kecepatan tertentu yang diijinkan.
Generator arus bolak-balik berfungsi mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik arus bolak-balik. Generator Arus Bolak-balik sering disebut juga seabagai alternator, generator AC (alternating current), atau generator sinkron. Dikatakan generator sinkron karena jumlah putaran rotornya sama dengan jumlah putaran medan magnet pada stator.
Kecepatan sinkron ini dihasilkan dari kecepatan putar rotor dengan kutub-kutub magnet yang berputar dengan kecepatan yang sama dengan medan putar pada stator. Mesin ini tidak dapat dijalankan sendiri karena kutub-kutub rotor tidak dapat tiba-tiba mengikuti kecepatan medan putar pada waktu sakelar terhubung dengan jala-jala.

Generator arus bolak-balik dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
a. Generator arus bolak-balik 1 fasa
b. Generator arus bolak-balik 3 fasa

   
Konstruksi generator

Fluksi yang dihasilkan oleh lilitan medan generator berada dalam gandar medan (field yoke), inti kutup, celah udara, dan inti jangkar. Semuanya membentuk apa yang di kenal sebagai rangkaian megnet dari generator. Gandar medan atau bingkai dibuat dari baja – core (cast steel) atau baja canai (rolled steel) yang berfungsi sebagai penopang mekanis untuk inti kutub dan juga sebagai bagian dari rangkaian magnet. End – Bells, yang mendukung rakitan sikat dan yang dalam semua mesin – mesin besar juga mendukung bantalan jangkar, juga digabungkan pada gandar.
Inti kutub generator dibuat dari laminasi pelat – baja (sheet – steel) yang terisolasi satu sama lain dilekatkan bersama- sama, kemudian inti di baut pada gandar medan. Muka kutub yaitu permukaan inti yang berdekatan dengan celah udara, dibuat lebih besar dari badan inti. Hal ini untuk mengurangi tahanan megnetik dari celah udara dan berfungsi sebagai penopang kumparan medan.
Inti jangkar dibuat dari laminasi pelat – baja yang di pasak pada poros atau di pasak pada spider yang selanjutnya dipasakkan pada poros. Permukaan luar dari inti diberi alur untuk mengukuhkan kumparan jangkar.
Celah udara adalah ruang antara permukaan jangkar dan muka kutub dan panjangnya berbeda – beda menurut ukuran mesin tetapi berkisar sekitar 1/16sampai ¼ in.
Rangkaian listrik generator dc terdiri dari lilitan jangkar, komutator, sikat – sikat, dan lilitan medan. Kecuali pada jangkar kecil, lilitan jangkar terdiri dari kumparan yang dililitkan membentuk suatu bentuk dan ukuran tertentu, setelah itu mereka seluruhnya diisolasi. Setelah kumparan yang dibentuk diselipkan ke dalam tempat yang sesuai dalam alur jangkar, mereka dibaji agar kukuh ke dalam tempatnya dan ujung - ujung kumparan dihubungkan pada segmen – segmen komutator yang semestinya. Pada jangkat kecil, gulungan tidak berbentuk lilitan tetapi dililit dengan tangan atau mesin secara langsung ke dalam celah inti jangkar.
Komutator terdiri dari sejumlah segmen tembaga yang dirakit ke dalam silinder yang di pasang pada poros, tetapi terisolasi dari poros. Segmen – segmen terisolasi dengan baik antara stu dengan lainnya. Mika merupakan bahan isolasi yang biasa digunakan. Pada segmen – segmen komutator inilah disolderkan ujung – ujung kumparan jangkar.
Sikat – sikat yang berbeda pada permukaan komutator membentuk hubungan listrik – geser antara kumparan jangkar dan rangkaian luar. Sikat – sikat dibuat dari campuran karbon dengan tingkat kekerasan yang bermacam – macam dan dalam beberapa hal dibuat dari campuran karbon dan logam tembaga. Sikat – sikat dipegang pada tempatnya di bawah tekanan pegas oleh pemegang sikat. Hubungan listrik antara sikat – sikat dan pemegang sikat dilakukan oleh konduktor tembaga yang fleksibel yang disebut ekor babi (pig tail).
Kumparan medan ditempatkan di sebaliknya inti kutub. Kumparan setiap kutub yang dihubungkan secara seri untuk membentuk rangkaian medan. Rangkaian medan dapat di rancang untuk dihubungkan seri ataupun paralel dengan rangkaian jangkar. Kumparan medan – paralel atau kumparan medan – shunt mempunyai jumlah lilitan kawat berdiameter kecil yang banyak dan tahanannya relatif tinggi, sedangkan kumparan medan – seri jumlah lilitannya sedikit, berdiameter besar dan tahanannya relatif rendah. Agar di peroleh karakteristik kerja khusus, beberapa generator (generator kompon) diperlengkapi dengan kumparan medan shunt maupun medan – seri yang ditempatkan pada inti kutub yang sama.
Umumnya generator diperlengkapi dengan kutub kecil yang disebut dengan kutub – antara (interpole) atau kutub komutasi / kutub bantu (commutating pole) yang terletak di tengah – tengah kutub utama. Fluksi ada dalam kutub – kutub ini hanya jika arus mengalir dalam rangkaian jangkar, guna fluksi ini adalah untuk memperbaiki komutasi.
      Ggl rata-rata yang dibangkitkan(E) dari suatu generator dapat dihitung dengan rumus
                                                                 E = pZΦn / 60b
            Dimana :            p = jumlah kutub
z = total jumlah konduktuor pada jangkar
Φ = fluksi setiap kutub (webber)
n = kecepatan jangkar, putaran setiap menit
b = jumlah jalur paralel melalui jangkar, tergantung pada
tipe lilitan jangkar
Untuk generator tertentu, semua faktor pada persamaan tersebut harganya pasti kecuali fluksi setiap kutub, Φ, dan kepesatan n. Oleh sebab itu persamaan di atas dapat disederhanakan menjadi bentuk
                                            E = KΦn                                                  
Dimana K sama dengan semua harga tetap atau konstan untuk generator tertentu. Persamaan di atas semata-mata merupakan pernyataan kembali dari hukum induksi Faraday : besarnya ggl induksi dalam setiap rangkaian berbanding lurus dengan laju pemotongan fluksi oleh rangkaian. Jadi, jika fluksi setiap kutub sebuah generator di dua kalikan dengan kepesatannya tetap konstan, ggl yang dibangkitkan akan di dua kalikan ; atau jika kepesatan di dua kalikan, fluksi tetap konstan dan ggl yang dibangkitkan akan di dua kalikan.

Thursday, December 22, 2011

Kumpulan judul tugas akhir


Kumpulan judul tugas akhir/skripsi teknik elektro ini adalah merupakan kumpulan dari berbagai judul tugas akhir yang telah banyak digunakan dan disharing di internet.

1. Diagnosa Penyakit Menggunakan Fuzzy Inference System dengan Metode Sukamoto
2. Studi dan Implementasi Pemampatan Citra Menggunakan Transformasi DCT (Dicrette cosine Transform)
3. Aplikasi IRC Client Berbasis J2ME pada Perangkat Wireless
4. Penentuan Jalur Jalan Optimum Wilayah Kotamadya Yogyakarta dengan Pendekatan Sistem Informasi Geografi
5. Sistem Pakar Penentu Model Pengembangan Perangkat Lunak
6. Aplikasi untuk Pemecahan Agent Problem Studi Kasus Jebakan Tikus
7. Aplikasi Game Puzzle Blaster untuk Mobile Devices Menggunakan Teknologi J2ME
8. Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decission Support System)
9. Sistem Informasi Penjualan Batik Berbasis Web pada Griya Batik Wirokuto Pekalongan
10. Rancang Bangun Aplikasi Mobile untuk Pencarian Lokasi ATM

11. Rancang Bangun Software untuk Multiple Person Multiple Attribute Decision Making (Multiple Person MADM)
12. Perancangan dan Pembuatan Perangkat Lunak untuk Layanan Mobile Parking (M-Parking) Berbasis Teknologi Wireless Application Protocol (WAP)
13. Penyelesaian Masalah Penugasan dengan Fungsi Tujuan Minimasi Total Cost Menggunakan Hill Climbing
14. Penentuan Tata Letak Fasilitas dengan QAP (Quadratic Assignment Problem) menggunakan Hill Climbing
15. Merancang Rumah Tinggal Menggunakan Teknologi Virtual Reality Modelling Language (VRML)
16. Rancang Bangun Aplikasi Multimedia sebagai Perangkat Ajar Bahasa Inggris
17. Sistem Informasi Sewa Mobil (Car Rental) Online dengan PHP
18. Sistem Informasi Geografis (SIG) Dawah Islamiah Kodya Bandung
19. Backup dan Recovery Pada Database Oracle Berbasis Web
20. Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Pendaftaran dan Nilai Akademis Siswa pada Lembaga Kursus Pikmi Garuda

21. Perangkat Ajar Visualisasi ISDN (Bagian Modul Pelatihan CBT di PT. INTI)
22. Aplikasi Pemesanan Tiket PT. Pelni Online
23. Perancangan Aplikasi Tiket dan Penjadwalan Keberangkatan Bis Berbasis Web (Studi Kasus PT. ALS)
24. Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan Alat-Alat Listrik di CV Mulyana Karya
25. Administrasi Server Basis Data MYSQL Berbasis Web
26. Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan pada Unit Pelayanan Terpadu Kodya Denpasar Berbasis Web
27. Sistem Informasi Pengobatan Alternatif Berbasis Web
28. Perangkat Ajar Sentral Telepon Digital Indonesia (Modul Pelatihan Berbasis Komputer )
29. Perancangan Sistem Pakar untuk Diagnosa dan Treatment Penyakit Ginekologi
30. Implementasi Soho pada Sistem Pelayanan Distribusi PT. PLN UBD Jawa Barat dan Banten UPP Bandung SUPJ Bandung Selatan
31. Desain dan Implementasi Programable Motion Detektor Alarm
32. Perangkat Ajar Visualisasi Protokol V5.2 sebagai Bagian dari Modul Pelatihan Berbasis Komputer di PT. INTI
33. Aplikasi Administrasi Pelaksanaan Kerja Praktek di Jurusan Teknik Informatika STT Telkom Bandung
34. Perancangan Sistem Informasi Iklan Jawa Tengah Secara On Line
35. Implementasi Aplikasi GIS Berbasis Web untuk Peremajaan Data Pelanggan PT. Telkom
36. Perangkat Lunak Pengelolaan Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Grobogan
37. Perangkat Lunak Registrasi On Line dengan Pendekatan Object Oriented (Studi Kasus Puskom STT Telkom)
38. Pembangunan Perangkat Lunak Pengelolaan Surat Masuk /Keluar di Sekertariat Kandatel Tasikmalaya Berbasis Web
39. Implementasi Perangkat Lunak Sistem Informasi Penjualan Komputer Berbasis Web Studi Kasus di Anan Computer
40. Sistem Informasi Penjualan dan Pengadaan Barang pada Perusahaan Dagang CV. Pandawa Lima
41. Pembangunan Web Site Perpustakaan Digital Nasional Provinsi Jawa Barat
42. Perangkat Lunak Sistem Persediaan dan Penjualan Obat di Apotek Pajar Tasikmalaya
43. Perancangan dan Implementasi Aplikasi Aktiva Barang Daerah Kodya Bandung
44. Desain Implementasi Aplikasi E Commerce dengan Konsep B2B Berbasis Web
45. Perancangan Sistem Informasi Klinik Kesehatan Mitra Wars Medica
46. Pembangunan Aplikasi Sistem Reservasi Online pada Agen Tours & Travel (Studi Kasus di PT. Satriavi Leisure Managment)
47. Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Modul Pengolahan Data Kepegawaian Berbasis Web
48. Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Perguruan Tinggi Berbasis Web
49. Sistem Pencarian Informasi Isi Kandungan Al-Quran Berbasis Web
50. Aplikasi Log File pada Apache Web Server Berbasis Web
51. Aplikasi Pengelolaan Stock Point pada CV Perisai Dinamis
52. Desain dan Implementasi Sistem IVR Generik
53. Aplikasi Indosat ISO Online
54. Sistem Informasi Persediaan Obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandung
55. Perangkat Lunak Sistem Informasi Keuangan Hotel Sawunggaling
56. Perangkat Lunak Pengelolaan Tagihan Premi PT. Asuransi Jiwa Beringin Jiwa Sejahtera
57. Perangkat Lunak Sistem Persediaan Suku Cadang Motor di PT. Andi Motor
58. Perangkat Lunak Bantu Pengelolaan Simpan Pinjam di Koperasi Citra STT Telkom
59. Pengembangan Aplikasi Online Payment Berbasis Web dengan Java Langguage
60. Pengembangan Aplikasi Online Payment Menggunakan Java Langguage
61. Perancangan dan Implementasi Perangkat Lunak Pengkonversi Teks ke Tulisan Hanacaraka
62. Aplikasi Pendaftaran Pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) Berbasis Web
63. Pembangunan Perangkat Lunak Jasa Pengiriman Container PT. Lloyd Triestino Indonesia
64. Sistem Informasi Layanan Rawat Jalan Rumah Sakit (Studi Kasus Rumah Sakit Umum Pemerintah Klaten)
65. Aplikasi Pengelolaan Data Cash In di PT. Infomedia Nusantara
66. Perangkat Lunak Sistem Peminjaman di Pegadaian Caringin Bandung
67. Aplikasi Event Organizer Berbasis Web
68. Aplikasi Sistem Bimbingan Belajar Online pada Sony Sugema College
69. Perancangan Perangkat Lunak Berbasis Sistem Pakar dalam Dunia Perbankan Syariah Atas Pengambilan Keputusan terhadap Nasabah
70. Perangkat Lunak Bantu Pengelolaan Data Akademik pada Informatics Computer School (ICS) Bandung
71. Sistem Informasi Sekolah Dasar di Indonesia Berbasis Web
72. Perangkat Lunak Sistem Pendaftaran Peserta Diklat dan Reservasi Tempat Berbasis Web di Balai Diklat Agribisnis Hortikultura (BDAH) Kayuambon Lembang
73. Visualisasi Pencarian Invers Matriks Untuk Alat Bantu Pembelajaran
74. Visualisasi Stack dan Queue untuk Alat Bantu Pembelajaran Struktur Data
75. Rancang Bangun Aplikasi Computer Aided Learning (CAL) dalam Pembelajaran Lampu dan Cahaya
76. Membangun Perangkat Lunak untuk Menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek Kontruksi dengan Metode non BOW
77. Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis untuk Pencarian Data Kesesuaian Lahan Tanaman Semusim di Kab. Bantul
78. Penyelesaian Masalah Penugasan dengan Fungsi Tujuan Maksimasi Kapasitas Produksi Menggunakan Algoritma Genetika
79. Rancang Bangun Promosi Penjualan Berbasis Web pada Timboel Ceramic Kasongan
80. Rancang Bangun Game Robot Multiple Platforms Menggunakan Konsep Inheritance dengan Macromedia Flash MX 2004
81. Membangun Proses Pembelajaran al-Qur’an dengan Metode Interaktif untuk Usia TK dan Anak-Anak Sekolah Dasar Menggunakan Macromedia Flash MX.
82. Implementasi Metode Steganography LSB (Least Significant BIT) pada Stego Medium Citra GIF 24 BIT
83. Pembuatan Fuzzy Pseudotheasorus
84. Application of Distributed Computing with Open Mosix on Complex Numerical Method Problem
85. Membangun Aplikasi Sistem Informasi untuk Mendeteksi Suatu File
86. Aplikasi Game Balap Mobil dengan Menggunakan Pemrograman J2ME (Java 2 Micro Edition) pada Perangkat Mobile
87. Terapi Pasien Diabetes dengan Fuzzy Inference System Metode Sugeno
88. Sistem Informasi Ujian Baca Tulis al-Qur’an dan Ibadah Praktis LPPAI-UII Online Menggunakan PHP dan MySQL
89. Studi Kasus Kelayakan Pembiayaan Nasabah di BMT dengan Menggunakan Metode MCDM
90. Penerapan Data Mining dengan Metode Interpolasi untuk Memprediksi Minat Konsumen Asuransi (Studi Kasus Asuransi Metlife)
91. Pembentukan Sel Manufaktur Menggunakan Metode Tabu Search
92. Aplikasi Typing Program Berbasis Multimedia dengan Menggunakan Macromedia Flash Professional 8
93. Implementasi J2ME pada Game Perang Pesawat STEALTH
94. Analisa Pasar Menggunakan Text-Mining pada Produk Sepeda Motor Honda (Supra X)
95. Rancang Bangun Decision Support System untuk Menentukan IP Address dan Subnetting pada Jaringan Perusahaan
96. Rancang Bangun Aplikasi Penggambaran Arsitektur LAN di Jaringan Perusahaan
97. Penerapan M-Travelling untuk Pendakian Gunung
98. Fuzzy Multi Attribute Decision Making dengan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution
99. Visualisasi Penyelesaian Model Transportasi sebagai Alat Bantu Pengajaran
100. Visualisasi Teknik Pengobatan Akupunktur dengan Menggunakan Macromedia Flash MX
101. Aplikasi Fuzzy Multi Attributes Decision Making Menggunakan Metode Penjumlahan Terbobot
102. Sistem Informasi Iklan Banner dan Iklan Baris Berbasis Web
103. Rancang Bangun Aplikasi Hadist Riyadhus Sholihin dengan Teknologi .Net untuk Pocket PC
104. Rancang Bangun Aplikasi Remote Administrator Berbasis Java
105. Visualisasi Penyelesaian Pemrograman Integer sebagai Alat Bantu Pembelajaran
106. Membangun Sistem Informasi Sumber Daya Manusia di PT. Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan Kalimantan Timur
107. Rancang Bangun Aplikasi SMS Manager untuk HP Siemens dengan Menggunakan J2SE
108. Rancang Bangun Aplikasi Mobile Terjemah Quran (MTQ) Menggunakan Java 2 Micro Edition (J2ME)
109. Aplikasi Berbasis Web untuk Analisis Tingkat Kesehatan Bank di Indonesia dengan Metode Camel
110. Aplikasi Layanan Informasi Berbasis Lokasi dalam Jaringan GSM Menggunakan Python pada Ponsel Symbian
111. Rancang Bangun Aplikasi Metode CRM (Customer Relationship Management) pada Subsistem Penjualan PT. Sirat Adi Warno (Pradan Furniture) dengan Basis Web
112. Sistem Penilaian Kelayakan Investasi Berbasis Agen
113. Aplikasi Mobile Device Pengingat Waktu Sholat dan Penunjuk Arah Kiblat Menggunakan Teknologi Java 2 Micro Edition (J2ME)
114. Rancang Bangun Aplikasi Remote untuk Administrasi LAN
115. Aplikasi Lelang Barang Berbasis SMS Gateway dengan Java dan PHP MySQL
116. Animasi Gerak Bus Kota pada Jalur Bis di Kotamadya Yogyakarta Menggunakan Macromedia Flash
117. Metode Tubrukan (Collision) sebagai Dasar Pembuatan Program Permainan (Games)
118. Aplikasi Mobile Devices Hadist dengan J2ME
119. Aplikasi Al-Qur’an untuk Mobile Devices Menggunakan Teknologi J2ME
120. Animasi Gerak Molekul pada Ruang Tertutup
121. Studi dan Implementasi Algoritma RC 5 dalam Enkripsi/Deskripsi Data dengan Teknologi .Net untuk Pocket PC
122. Aplikasi Multimedia Sistem (Peta) Tubuh dan Potensi Penyakit pada Manusia
123. Rancang Bangun Aplikasi Undangan Elektronik Berbasis Client Server
124. Sistem Informasi Geografis untuk Penentuan Lahan Pembangunan Pabrik di Kab. Sleman
125. Rancang Bangun Aplikasi Permainan Puzzle Dinamis Menggunakan Macromedia Flash
126. Aplikasi Alat Bantu Ajar Bahasa Arab untuk Anak-Anak Berbasis Multimedia Menggunakan Macromedia Flash MX
127. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran dan Persediaan Barang PT. Nycomed Amersham
128. SET Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SDM) PT. LEN
129. Perangkat Lunak Sistem Informasi Pegawai PT. Stannia Bineka Jasa

Production Planning and Control


              Dalam manajemen modern, perencanaan produksi memegang salah satu peranan yang sangat penting. Dunia industri tidak saja dituntut untuk meningkatkan permintaan pasar melalui pemasaran semata-mata namun juga bagaimana menghasilkan produk secara efisien dengan kualitas yang memenuhi harapan konsumen. Dengan adanya perencanaan produksi yang baik, maka tuntutan ini akan dapat dipenuhi.
Sebuah perencanaan produksi akan berjalan dengan baik jika ditunjang dengan adanya persediaan bahan baku yang memadai. Dilain pihak persediaan bahan baku juga memberikan kontribusi biaya yang cukup besar sehingga komponen biaya ini juga perlu untuk dikendalikan. Melihat pentingnya fungsi perencanaan produksi dan pengendalian persediaan di atas, maka perlu adanya usaha untuk mengelolanya secara efisien untuk mendapatkan hasil yang optimal.

1.      DEFINISI PRODUCTION AND INVENTORY MANAGEMENT
·        Suatu aktivitas yang meliputi design, operation dan control suatu sistem manufactur sampai  dengan distribusi produk jadi.
·        Adalah serangkaian rantai logistik yang meliputi :
- Tingkat retail
- Tingkat warehouse
- Tingkat manufacturing
Logistik
Adalah proses pengadaan bahan baku dimulai pengadaan, distribusi ke proses produksi, distribusi ke gudang  sampai distribusi barang jadi ke konsumen.

2.      FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PIM
- Kedekatan hubungan dengan orang
- Adanya sistem perencanaan dan pengendalian yang baik

 
3.      RUANG LINGKUP PIM MELIPUTI :
- Supervision
- Production Planning
- Material Planning
- Scheduling
- Purchasing
- Inventory Control

4.      KEBIJAKAN PIM DITENTUKAN OLEH  :
 Strategi Product Positioning
- Strategi Process Positioning
- Strategi Pemilihan Teknologi

B. STRATEGI  PRODUCT  POSITIONING
·        Adalah kebijakan yang dipilih suatu industri dalam pembuatan produk
·        Ada 4 tipe industri dilihat dari Product Positioning :
- Make to Stock
- Make to Order
- Assemble to Order
- Engineer to Order
·        Detrerminan dari strategi Product Positioning :
1. Manufacturing Lead Time
2. Interval Waktu Konsumen mau menunggu
3. Tingkat Customization yand Diinginkan Customer

Ø  MAKE  TO  STOCK
 Adalah tipe industri yang membuat produk akhir untuk disimpan. Kebutuhan konsumen diambil dari persediaan di gudang
Ciri-ciri Make to Stock  :
- Standard Item, high volume
- Terus menerus dibuat, lalu disimpan
- Harga wajar
- Pengiriman dapat dilakukan segera
- Customer tidak mau menunggu
- Perlu adanya Safety Stock untuk mengatasi fluktuasi
Contoh :  Coca Cola, gula, semen, baut.

Ø  MAKE  TO ORDER
Adalah tipe industri yang membuat produk hanya untuk memenuhi pesanan
Ciri-ciri Make to  Order  :
- Inputnya bahan baku
- Biasanya untuk supply item dengan banyak jenis
- Harganya cukup mahal
- Lead time ditetapkan oleh konsumen/pesaing
- Perlu keahlian khusus
- Komponen bisa dibeli untuk persediaan

1.      ASSEMBLE  TO  ORDER
Adalah tipe industri yangg membuat produk dengan cara assembling hanya untuk memenuhi pesanan
Ciri-ciri Assemble to  Order  :
- Inputnya komponen
- Untuk suply item dengan banyak jenis
- Harganya cukup mahal
- Lead time ditetapkan oleg konsumen

2.      ENGINEER  TO  ORDER
Adalah tipe industri yang membuat produk untuk memenuhi pesanan khusus dimulai dari perancangan produksi sampai pengiriman produk.
Ciri-ciri Engineer to Order  :
- Produk sangat spesifik
- Lead time panjnag
- Harganya mahal
Contoh :  - Pesawat khusus
                - Alat kontrol

C. STRATEGI  PROCESS  POSITIONING
·        Adalah strategi yang dipilih suatu industri untuk menentukan jenis proses yang akan digunakan untuk menghasilkan produk.
·        Type industri ditinjau dari strategi Process Design  :
1. Flow Shop   :
 - Continous Flow
- Dedicated Repetitive
- Batch Flow
- Mixed Model Repetitive Flow
2. Job Shop
3. Fixed Site/Project

·        CONTINOUS  FLOW
œ  Untuk produk non-diskrit
œ  Hanya untuk 1 macam produk; biasanya liquid, powder, metal
œ  Contoh : minyak, baja, minuman
œ  Karakteristik :
            -  Fixed rate : tidak bisa diubah begitu saja
            -  Fasilitas dirancang untuk untuk 1 macam produk
            -  Tujuan : minimasi handling
            -  Perubahan mesin sangat mahal, umur panjang
            -  Pengadaan bahan baku harus kontinu
            -  Harga produk bsa murah
            -  Fixed Cost tinggi, Variable Cost rendah, Break Even Point (BEP) tinggi

·        REPETITIVE  DEDICATED
œ  Untuk part diskrit
œ  Untuk 1 macam produk dengan banyak variasi
œ  Perubahan tidak memerlukan waktu set up
œ  Contoh : - Sepatu merah/biru, dsb
                           - Kecap asin/manis, dsb
                           - Baju model pendek/panjang, dsb
œ        Karakteristik seperti pada Continous Flow

·        BATCH  FLOW
œ  Untuk part diskrit/non-diskrit
œ  Untuk  produk 1 macam dengan banyak variasi dengan urutan sama
œ  Penggantian produk memerlukan waktu set up
œ  Contoh  :  - Minuman : Coca Cola/Orange
                             - ABC : Kecap/Saus
                             - Obat : Obat Batuk/Antibiotik
œ  Karakteristik :
            -  Peralatan lebih general
            -  Kurang efisien
            -  Harus ada jadual untuk alat
            -  Peralatan harus di-adjust dahulu sebelum dipakai untuk produk lain

·        MIXED  MODEL
œ  Untuk part diskrit
œ  Satu fasilitas tapi bisa untuk banyak jenis produk
œ  Waktu set up hampir nol
œ  Urutan pengerjaan berbeda
œ  Misal :
Model-1 di Work Stasion A - B - C
Model-2 di Work Stasion A - B - C - A - B – C (Jadi produk model-2 perlu 2 unit out put dari A)
œ  Contoh : baju 2 pita/5 pita
œ  Karakteristik :
            -  Peralatan termasuk general purpose
            -  Pekerja lebih fleksibel karena banyak keahlian
            -  Waktu set up < waktu pembuatan 1 unit
            -  Kecepatan produksi = kecepatan permintaan dengan mengatur jumlah pekerja

·        JOB SHOP
œ  Produk diskrit, urutan dan ukuran berbeda
œ  Lay out by process
œ  Set up tinggi sehingga ongkos produksi tinggi
œ  Keahlian pekerja dituntut tinggi
œ  Mesin-mesin termasuk general purpose
œ  Ukuran pesanan kesil (small batch)
œ  Mampu menerima pesanan apapun
œ  Contoh  : BENGKEL : membuat prototype, jig, fixture
œ  Karakteristik :
-  Fasilitas dirancang untuk membuat N macam produk yang berukuran pesanan kecil
- Planning & Control ditentukan melalui flow line, sequence, priority, time, status, capacity, bottle neck
-  Beban tiap Work Station tidak seragam
-  WIP (Work in Process) tinggi karena antrian tinggi
-  Waktu pembuatan jauh lebih besar dari waktu operasi (karena waktu menunggu tinggi)

·        FIXED  SITE/PROJECT
œ  Untuk proyek dimana sumber daya dibawa ke lokasi
œ  Lay out : fixed/stationary
œ  Punya batas waktu tertentu
œ  Contoh : pembuatan kapal, konstruksi, telpon
œ  Karakteristik :
            -  Pekerja sangat ahli, independen
            -  Bekerja atas dasar lembar kerja
            -  Volume kecil
            -  Sumber daya harus tersedia

Download Ost Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Full Album Lengkap

Download Lagu Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Artist         : - Album          : Soundtrack Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Genre          ...